Langkah-langkah Taubat

Oleh Badrussalam As Suhaily

Hai sobat semuanya, lho semua udeh pade tau ngak sich ? klo semua orang itu pasti pernah berbuat salah ? apalagi dengan kita. Nabi saja yang  jelas jelas sudah ma’shum dari dosa mengajarkan pa dhe kita untuk beristighfar kepada Allah dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali bahkan hingga seratus kali dalam sehari semalam.

Goe pengen banget berbagi ilmu ama lho semua nich ! soalnye goe kira ini penting sekali buat goe dan lho pa dhe. Agar loe ama goe tau bagaimana sich langkah kita menuju taubat kepada Allah ? So pasti lho bakal beruntung dech kalau loe malaksanakan langkah langkah yang goe tulis ini. Tapi lho harus janji ama goe. Kalau mau tobat dari maksiat lho semua, lho yang benar taubatnya ye, jangan cuma ngomong aja lho. Goe tau lho pasti bingungkan bagaimana sich langkah taubat itu yang benar. Aaa…mudah mudahan dengan tulisan yang singkat dan sedikit ini bisa bermanfaat buat lho dan gua dan juga buat temen temen yang masih bereuforia dalam kemaksiatan.

Asal lho tau gua tuch sayang amat ama lho, karena gua ni  temen lho, dan gua tu ngak mau kalau lho maksiat terus dan lho masuk neraka. gua tu pengen bangat lho ama gua bareng bareng masuk jannah.

Ya udeh dech mudah mudahan lho bisa sadar dan segera bertaubat kepada Allah setelah baca tulisa gua ni. Karena lho ama gua sudah banyak sekali berbuat maksiat kepada Allah.

v     Langkanh pertama : kita harus tau dulu apa sich definisi taubat itu?

Taubat secara bahasa adalah : kembali

Secara istilah syar’i adalah kembali kepada Allah dari melakukan dosa dan maksiat dengan melakukan ketaatan  kepadanya.

v     Langkah kedua: Dalil dalil disyariatkanya taubat.

  • Dalil dari Al Qur’an

$pkš‰r’¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqç/qè? ’n<Î) «!$# Zpt/öqs? %·nqÝÁ¯R

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya)”. (QS At Tahrim : 8)

Adapun yang dimaksud denga taubat nasuha dalam ayat ini adalah :

Secara bahasa berarti murni

Secara istilah syar’i adalah : menyesali perbuatan dosa yang dilakukannya, maka dia kembli kepada Allah dan tidak lagi kembali untnuk melakukan kemaksiatan dan dosa tersebut.

  • Dalil dari As Sunnah

عن الأغر المزني : أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال وإني لأستغفر الله في اليوم مائة مرة

Dari Al Aghor Al Mazini bahwasanya Rosululloh bersabda : dan sungguh saya memohonkan ampunan kepada Allah seratus kali dalam sehari ( HR.Muslim)

عن أبي هريرة : سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول : والله إني لأستغفر الله وأتوب إليه في اليوم أكثر من سبعين مرة

Dari Abu Huroiroh bahwasanya seliau mendengar Rosululoh bersabda : demi Allah seseungguhnya saya beristighfar kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari (HR.Al Bukhari)

  • Ijma Ulama

Ulama telah sepakat bahwa taubat adalah sebuah kewajiban dari segala bentuk kemaksiatan.

v     Langkah ketiga : Mengetahui  tingkatan tingkatan dosa

  • Dosa dari kekufuran dan kemusyrikan
  • Dosa dosa besar
  • Dan tingkatan terakhir dosa dosa kecil

v     Langkah keempat : hal hal yang harus di laksanakan bagi seseorang yang bermaksiat kepada Allah.

  • Berlepas diri dari segala bentuk kemaksiatan
  • Menyesali atas kemaksiatan yang telah dilakukan
  • Bersungguh sungguh untuk tidak mengulanginya

v     Langkah kelima : hal-hal yang harus dilaksanakan bagi seseorang jika kesalahannya melanggar hak orang lain.

  • Ketiga poin yang telah disebutkan diatas
  • Kemudian harus memintakan maaf kepada orang yang dizholimi, jika berebentuk barang maka harus dikembalikan, jika berbentuk kezholiman perbuatan maka harus minta maaf, dan jika berupa ghbah maka minta untuk diikhlaskan.

v     Langkah keenam : Syarat syarat umum bertaubat

Syaikh Utsaimin menyimpulkan bahwa secara umum syarat taubat itu ada lima, yaitu :

  • Ikhlas dalam bertaubat

Kenapa harus ikhlas ? karena taubat adalah bentuk ibadah, yang mana diantara syarat ibadah harus adanya ikhlas. maka apabila taubat tidak disertai ikhlas taubatnya tidak diterima.

  • Betul betul menyesali. karena taubat yang sungguh sungguh itu tidak akan didapatkan kecuali diawali dari sebuah penyesalan yang mendalam.
  • Berlepas diri dari kesalahan dan dosa tersebut. Apabila dosa itu berupa meninggalkan kewajiban, seperti tidak membayarkan zakat, maka bentuk taubatnya adalah membayarkan zakat tersebut. Dan jika bentuk dosa itu adalah memutus silaturrohim maka bentuk tubatnya adalah menyambungkan sialturrohim yang sebelumnya terputus.

Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwasanya setiap orang hendaklah benar benar berlepas diri dari kesalahan dan dosa, maka apabila ia tidak bersungguh sungguh untuk berlepas diri dari kesalahan dan dosanya maka taubatnya tidak diterima dan tidak bermanfaat disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

  • Bersungguh sungguh untuk tidak mengulangi perbuatan dosanya pada masa yang akan datang. Maka jika terulangi lagi taubatnya tidak diterima.
  • Bertaubat dilakukan pada waktunya, yaitu secara umum sebelum matahari terbit dari barat, dan secara khusus sebelum nafas berada ditenggorokan.

v     Langkah Ketujuh : larangan bagi orang yang bertaubat.

  • Jadi maksudnya jika seorang hamba berbuat maksiat kepada Allah maka setelah dia bertaubat tidak diperbolehkan untuk menceritakan kepada orang lain perbuatan dosa  dan maksiatnya yang dulu pernah dia lakukan, karena Allah sudah menutupinya dan kewajiban kita agar dosa itu tetap tertutupi adalah denga tidak menceritakannya kepada orang lain.
  • Kemudian jika seseorang bertaubat akan tetapi masih melakukan dosa yang lain, maka para ulama memiliki tiga pendapat :

Pendapat pertama : taubatnya sah, walaupun masih melakukan dosa yang lain, taubatnya terhadap suatu dosa diterima akan tetapi dia masih berdosa karena dosa yang lain yang dilakukannya.

Pendapat kedua : taubatnya tidak diterima jika masih melakukan dosa yang lain.

Pendapat ketiga : jika dosa yang masih dilakukannya itu sejenis maka taubatnya tidak diterima, akan tetapi jika dosa yang masih dilakukan itu adalah dari jenis yang lain maka taubatnya diterima.

v     Langkah kedelapan : pembatal taubat

  • Taubat dikatakan batal ketika seseorang kembali melakukan dosa atau kesalahannya.
About these ads

About this entry